Pengalaman Kerja Jadi Supir Truk

Setelah setengah tahun lulus sekolah aku memutuskan untuk bekerja di rantau orang dengan modal niat dan tekat. 

Alhamdulillah pertama kali aku dapat kerja yaitu sebagai sopir truk yang tugasnya sebagai pengangkut singkong.

Pekerjaan ku sebagai seorang supir adalah mengambil singkong dari areal lokasi kemudian selanjutnya mengantarkan singkong tersebut ke tempat penampungan. 

Perjalanan menuju pengambilan areal singkong itu membutuhkan waktu kurang lebih setengah hari perjalanan.

Bahkan terkadang membutuhkan satu hari perjalanan, di karena kan jarak antara lokasi singkong dan tempat penampungan singkong tersebut cukup jauh dan situasi jalannya pun rusak parah.

Pengalaman Kerja Jadi Supir Truk

Baca juga
Bahkan sering kali aku mengalami kepelater, karena situasi jalannya berlumpur. 

Jika sudah kepelater biasanya membutuhkan waktu cukup lama untuk menderek mobil tersebut. Hal ini karena muatan mobil tersebut cukup berat. Dalam satu mobil kurang lebih muatan nya 5 (ton) singkong...........Ampuuun deh.

Pernah suatu hari aku mengalami kepelater di jalan pada malam hari jam12:30. Mana jauh dari perkampungan, untung aku bawa teman satu. 

Singkat cerita, aku dan teman ku memutuskan untuk mencari perkampungan dengan berjalan kaki, dalam keadaan badan penuh dengan lumpur. Mobil truk yang aku bawa terpaksa kami tinggal di jalan.

Alhamdulillah pada pukul 03:00 pagi aku dan teman ku menemukan sebuah kampung kecil. Hati sangat gembira, beruntung masih ada warung kecil yang masih terbuka. Dengan cepat kami memutuskan untuk menuju ke warung tersebut.

Di warung itu kami menumpang mandi, kemudian makan karena perut ku lapar sekali pada waktu itu plus capek banget. Kemudian ngopi merokok sejenak. Sesudah itu kami tidur, untung bapak dan ibu yang punya warung orang nya baik, coba kalau tidak, bisa tidur di jalan dech kita.

Keesokan hari nya kami kembali ke lokasi mobill, setelah tiba di lokasi, kaca pintu samping kiri mobil ku pecah akibat di pecahin orang pakai batu, Aki nya hilang satu...................Huuuuuuuuuuuu tambah apes deh. Kepala sampai sakit buat mikir, gimana caranya supaya mobil ini bisa hidup lagi dan segera dapat keluar dari tempat ke pelater.

Singkat cerita, tidak terasa sudah 10 hari aku bekerja sebagai sopir. Aku memutuskan berhenti karena capek dan badan memang sudah tidak kuat lagi. Dari Tulang Bawang aku pulang ke Bandar Lampung hanya dengan membawa uang 1.150.000 (Satu juta seratus lima puluh ribu rupiah).

Di dalam bis aku merenung hingga meneteskan air mata bercampur sedih dan haru. Ternyata benar apa kata guru, hidup ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kehidupan di luar sana lebih keras, bermacam-macam bentuk sifat manusia, rambut boleh sama hitam tapi hati, watak dan sifat manusia tidak semuanya sama.

Orang lain bisa jadi saudara, saudara bisa jadi orang lain. Kembali, tergantung dari diri kita membawa diri kita ini seperti apa. Tapi aku senang walau demikian. Semua itu dapat aku jadikan pelajaran dan pengalaman yang luar biasa................. Setidaknya aku nanti dapat bercerita kepada anak-anakku kelak.

Semoga artikel singkat tentang pengalaman kerja jadi supir Truk ini dapat bermanfaat. Salam
Tag : Pengetahuan
Back To Top